Kamis, 03 November 2011

Bangga Menjadi Pengajar Muda "(kalau bukan kita, siapa lagi?)"

Saya sebagai lulusan sarjana pendidikan dan pernah ikut dalam program pendampingan SMK rintisan di daerah terpencil Kab. Lahat, Sumsel. Terpanggil untuk ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa, karena saya melihat, merasakan dan mendengarkan bagaimana kesenjangan pendidikan di Indonesia begitu jelas terlihat dan nyata.

Indonesia yang begitu besar dengan luas wilayahnya dari dan telah 66 tahun merdeka akan tetapi pemerataan pendidikan belum semua masyarakat menikmati secara layak. Sangat kontras perbedaan pendidikan di Jawa dengan pendidikan di luar Jawa. Saya sebagai warga negara Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia telah menikmati segala fasilitas kehidupan lebih mudah karena saya tinggal di Jawa. Saya merasa malu pada negara tanah air pertiwi, selama saya hidup diberi kemudahan tapi belum pernah saya memberikan sesuatu yang berarti untuk Indonesia.

Hidup cuma sekali dan saya ingin dalam hidup saya dapat memberikan sesuatu yang berarti buat bangsa dan negara Indonesia, walaupun itu sangat kecil. Karena saya beruntung dapat mendapatkan gelar sarjana, sedangkan masih banyak masyarakat Indonesia lainnya yang bahkan mendapatkan pendidikan dasarpun terasa sulit buat mereka, karena keterbasan akses dan fasilitas yang kurang memadai.

Akan sangat tenang saya dapat melanjutkan hidup apabila saya pernah memberikan sesuatu yang berarti buat orang lain, anak-anak Indonesia bangsa tanah air saya. Akan sangat bangga dan berbahagia apabila saya dapat memberikan semangat dan motivasi anak-anak Indonesia di daerah yang jauh dari kemajuan kehidupan untuk berani bermimpi dan mengejar cita-cita mereka serta meyakinkan bahwa merekapun bisa menjadi orang yang punya pengaruh dan berarti buat bangsa dan negara.

Surat untuk Anak-anak muda Indonesia dari Bapak Anies Baswedan (pendiri Indonesia Mengajar) "bahwa setahun mengajar seumur hidup menginspirasi", jujur, hati saya bergetar dan terlecut setelah membaca surat yang penuh emosi dan gelora. Saya tersadar bahwa saya bukanlah siapa-siapa karena hidup saya belum berarti, Dengan Indonesia Mengajar inilah timbul rasa kebanggaan dan percaya diri saya sebagai calon pengajar muda yang tidak lagi dipandang sebelah mata.

Dengan mengucap basmalah saya siap bergabung di garda terdepan Indonesia Mengajar dan akan sangat antusias sekali apabila saya dapat bergabung dan ditempatkan di wilayah Indonesia yang paling terpencil, terdepan, terluar dan tertinggal sekalipun. Saya yakin bisa menjadi inspirasi dan memberikan perubahan mind set berpikir anak-anak Indonesia di wilayah terpencil bahwa merekapun bisa bermimpi dan mengejar mimpinya. Karena saya percaya hidup berawal dari mimpi dengan perencanaan strategis yang jelas, cermat, tepat dan benar. Kita semua punya kesempatan dan kemampuan tinggal apakah kita punya kemauan itu saja.



1 komentar: